Cari Blog Ini
Kamis, 19 April 2012
Macam-Macam Puisi
1. Puisi Lama
yaitu puisi yang yang sangat terkait oleh ketentuan banyaknya baris dalam satu bait, persajakan, dan irama. Macam-macam puisi lama
a. Mantra.
b. Pantun dibedakan menurut isinya yaitu : - pantun anak-anak - pantun orang muda
- pantun nasihat - pantun jenaka
- pantun teka-teki
c. Karmina atau pantun kilat.
d. Talibun
e. Syair
f. Gurindam
2. Puisi Baru
yaitu puisi yang muncul pada Angkatan Pujangga Baru, karena pengaruh kesustraan Barat. Puisi baru ialah puisi yang lebih bebas dalam dalam menggunakan irama ( persajakan ), lebih bebas dalam memilih kata, pernadingan-perbandingan dan irama. Bentuk puisi baru berdasarkan jumlah barisnya :
a. Distikon ( pusi yang setiap batasnya terdiri 2 baris )
b. Terzina ( puisi yang setiap batasnya terdiri 3 baris )
c. Kuatrain ( puisi yang setiap batasnya terdiri 4 baris )
d. Quint ( puisi yang setiap baitnya terdiri 5 baris )
e. Sextet ( puisi yang setiap baitnya terdiri 6 baris )
f. Septima ( puisi yang setiap baitnya terdiri 7 baris )
g. Oktaf/stansa ( puisi yang setiap baitnya terdiri 8 baris )
h. Soneta ( puisi 14 baris yang dibagi menjadi 2 kuatrain dan 2 tersina )
i. Puisi Bebas ( puisi yang tidak terikat oleh jumlah baris dan irama )
j. Puisi Kotemporer ( Puisi yang menyimpang dari aturan penulisan puisi )
Puisi berdasarkan isinya terbagi atas :
a. Balada
b. Elegi
c. Ode
d. Satire
e. Himne
f. Epigram
g. Romansa
3. Puisi Modern
Puisi modern atau puisi bebas muncul pada angkatan 45, dipelopori oleh Chairil Anwar. Puisi modern atau puisi bebas tidak mengutamakan bentuk atau banyak baris dalam satu bait dan irama, ( persajakan ), tetapi lebih mengutamakan isi puisi.
Pengertian Puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.
Hal-hal Membaca Puisi
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
Ketepatan ekspresi/mimik
Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.
Kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
Kejelasan artikulasi
Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
Irama puisi artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara.
Intonasi atau lagu suara
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.
Selasa, 17 April 2012
Hantu meneyeramkan di indonesia
1. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Kuntilanak
Tidak salah lagi, hantu Indonesia paling menyeramkan yang menempati urutan pertama adalah kuntilanak. Ya. Hantu satu ini memang tergolong paling menyeramkan meskipun sosoknya digambarkan sebagai wanita cantik berjubah putih polos. Tampilan hantu Indonesia ini memang sangat sederhana, namun tetap saja menyeramkan.
Kuntilanak digambarkan sebagai salah satu sosok hantu Indonesia yang suka meneror penduduk untuk balas dendam. Menurut beberapa cerita, kemunculan kuntilanak selalu diiringi wangi bunga kamboja. Kuntilanak pun merupakan hantu Indonesia yang piawai berubah wujud. Salah satunya, menjadi wanita cantik dan seksi sehingga menarik perhatian kaum lelaki.
Konon, kaum laki-laki yang tidak berhati-hati dapat dibunuh oleh hantu Indonesia ini dengan cara dihisap darahnya. Selain senang membunuh kaum lelaki, kuntilanak diceritakan amat senang menyantap bayi baru lahir serta sering melukai wanita yang tengah hamil. Hantu Indonesia ini pun konon sangat menyukai jenis pohon tertentu sebagai tempat tinggalnya.
2. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Sundel Bolong
Dalam mitos hantu indonesia, sundel bolong digambarkan dengan sosok wanita berambut panjang. Sama halnya dengan kuntilanak, sundel bolong memakai gaun panjang berwarna putih sebagai baju kebesarannya. Bedanya, sundel bolong digambarkan memiliki lubang atau bolongan di bagian punggung yang agak tertutup dengan rambutnya.
Dari bolongan tersebut, semua organ tubuh bagian perut sundel bolong bisa terlihat. Hal yang tidak kalah menjijikkan dan menyeramkan, bolongan itu pun dipenuhi dengan belatung. Sama seperti kuntilanak, hantu Indonesia satu ini pun senang meneror penduduk untuk menuntut pembalasan. Biasanya, sundel bolong berkeliaran tengah malam.
Menurut mitos, sundel bolong merupakan hantu seorang wanita yang meninggal setelah diperkosa. Akhirnya, wanita tersebut melahirkan bayinya di dalam kubur sehingga ia menjelma sebagai hantu menyeramkan yang selalu menggendong bayi. Hantu Indonesia ini pun senang menculik bayi-bayi yang masih merah alias baru dilahirkan.
3. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Tuyul
Dalam mitologi Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, hantu Indonesia ini merupakan jenis makhluk halus berwujud anak kecil maupun orang kerdil dan berkepala gundul. Konon, tuyul dapat dipelihara dan dipekerjakan oleh manusia untuk tujuan tertentu, salah satunya mencari kekayaan atau uang.
Sebagai penangkal hantu Indonesia berkepala gundul ini, orang-orang sering memasang yuyu di beberapa sudut rumah. Menurut kepercayaan, tuyul sangat menyukai yuyu sehingga ia akan melupakan tugas awal yang diperintahkan sang majikan.
Konon, tuyul merupakan salah satu hantu Indonesia yang berasal dari janin ibu hamil yang mengalami keguguran. Tuyul pun dipercaya berasal dari bayi yang meninggal ketika dilahirkan. Karena berasal dari seorang bayi, karakter tuyul tampak seperti anak-anak, yaitu senang bermain-main. Tidak heran jika beberapa orang sering melihat tuyul sedang bermain-main saat tengah malam.
4. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Pocong
Ketika mendengar nama pocong, pikiran Anda pasti langsung tertuju pada sesosok hantu yang berjalan loncat-loncat dan terbungkus kain kafan. Pada penggambaran lain, pocong disibut-sebut sebagai sosok yang wajahnya berwarna hijau dengan tatapan mata kosong. Adapula yang menggambarkan pocong sebagai sosok hantu bermuka rata dengan lubang mata berongga maupun tertutup kapas.
Layaknya hantu Indonesia lain, pocong digambarkan memiliki raut wajah putih dan pucat. Beberapa orang meyakini bahwa pocong merupakan jelmaan orang yang telah meninggal tetapi ikatan kain kafannya belum dibuka karena lupa. Akhirnya, mayat terkubur tersebut protes sehingga menjelma sebagai pocong dan berkeliaran malam hari untuk meminta dibukakan tali kafannya.
Dalam cerita film horor, pocong sering digambarkan sebagai hantu yang berjalan melompat-lompat karena kedua kakinya masih terikat. Namun, mitos mengatakan bahwa hantu Indonesia ini sebenarnya bergerak dengan cara melayang. Bagaimanapun kebenarannya, keberadaan pocong nyatanya sudah cukup dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa.
5. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Genderuwo
Menurut cerita, genderuwo merupakan sejenis makhluk halus atau sebangsa jin berwujud manusia yang mirip dengan kera. Genderuwo digambarkan memiliki tubuh besar, kekar, berkulit hitam kemerahan, dan tubuhnya tertutup rambut tebal yang tubuh di sekujur tubuh besarnya.
Di Pulau Jawa, hantu Indonesia satu ini cukup terkenal. Masyarakat Sunda menyebutnya dengan sebutan gandaruwo. Sementara itu, masyarakat Jawa menyebut hantu Indonesia ini gendruwo. Sebagai sosok hantu menyeramkan, genderuwo konon sangat menyukai batu berair, bangunan tua, sudut-sudut lembap yang sepi dan gelap, serta pohon-pohon besar yang rindang, sebagai tempat tinggalnya.
Menurut kepercayaan, Hutan Jati Donoloyo, Kecamatan Sloghimo, sekitar 60 kilometer di bagian timur Wonogiri, merupakan pusat domisili genderuwo. Selain di Hutan Jati Donoloyo, genderuwo dipercaya berdomisili di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo.
6. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Wewe Gombel
Wewe gombel merupakan sebuah istilah dalam kebudayaan Jawa yang digunakan untuk menyebut roh jahat atau hantu yang suka menculik anak-anak. Meskipun gemar menculik anak-anak, hantu Indonesia satu ini tidak bermaksud mencelakai mereka.
Menurut cerita, yang dijadikan sasaran biasanya anak-anak telantar dan diabaikan orangtuanya. Aksi hantu Indonesia satu ini biasanya menakuti orangtua anak-anak tersebut hingga mereka menyadari perlakuan buruk terhadap anak-anaknya. Setelah orangtua menyadari perbuatannya, wewe gombel akan segera mengembalikan anak-anak yang diculiknya.
Konon, wewe gombel merupakan jelmaan roh seorang wanita yang meninggal dengan cara bunuh diri. Wanita tersebut bunuh diri karena dikejar-kejar penduduk akibat perbuatannya membunuh sang suami. Latar belakang pembunuhan itu adalah perselingkuhan yang dilakukan suami si wewe gombel. Perselingkuhan itu didasari karena sang istri tidak mampu memberikan keturunan.
Akhirnya, wanita tersebut (si calon wewe gombel) dijauhi dan dibenci suaminya. Kemudian, ia dikucilkan hingga menjadi gembel dan gila. Penamaan wewe gombel pada hantu Indonesia satu ini karena peristiwa itu terjadi di daerah Gombel, Semarang.
7. Hantu Indonesia Paling Menyeramkan - Leak
Ketika mendengar nama hantu Indonesia satu ini, pikiran Anda pasti akan tertuju ke sebuah pulau nan indah dan eksotis, yaitu Bali. Ya. Dalam mitologi Bali, leak merupakan seorang penyihir yang sangat jahat. Leak berasal dari dua suku kata, yaitu le ‘penyihir’ dan ak ‘jahat’.
Leak merupakan hantu Indonesia yang hanya dapat dilihat pada malam hari. Tidak semua orang bisa melihat wujud leak, hanya para dukun pemburu leaklah yang mampu melihat hantu ini. Pada siang hari, leak berwujud sebagai manusia biasa. Sementara pada malam hari, leak akan berkeliaran di kuburan untuk mencari organ tubuh manusia yang akan dipakai sebagai ramuan sihir.
Berkat ramuan sihir yang telah dibuatnya, leak dapat berubah wujud menjadi seekor harimau, babi, kera, maupun menjadi seperti rangda. Rangda adalah sebutan untuk ratu para leak. Jika diperlukan, leak bisa mengambil organ-organ tubuh dari orang yang masih hidup.
Itulah penjabaran mengenai 7 hantu Indonesia yang terbilang paling menyeramkan. Jika bertemu dengan sosok-sosok gaib tersebut, sebaiknya Anda berhati-hati dan berdoa. Boleh jadi, beberapa di antara Anda pernah bertemu dengan salah satu sosok hantu Indonesia.
7. SUSTER NGESOT
Hantu yang satu ini memperoleh popularitasnya terutama setelah muncul (untuk pertama kalinya) di film Jelangkung garapan sutradara Rizal Mantovani produksi 2001. Namun sesungguhnya, kisah tentangnya sudah muncul melalui kabar dari mulut ke mulut yang beredar di kalangan (utamanya) anak muda seperti layaknya urban legend lain. Walaupun anda pernah mendengar mitos tentang penampakan sang suster di wilayah tertentu di kota anda, percayalah si suster ngesot juga menjadi mitos di kota lain. Legenda suster ngesot biasanya diisukan muncul di gedung-gedung tua seperti sekolah dan rumah sakit.
Tokoh utama legenda memedi ini adalah seorang suster yang tidak bisa berjalan dan hanya bisa menyeret kakinya yang lumpuh atau hancur dan terluka (ngesot artinya menyeret tubuh dengan gerakan zigzag). Ada yang bilang dia adalah hantu suster yang meninggal di tempat kerja, hantu suster yang dibunuh Belanda, hantu suster yang habis diperkosa lalu dibunuh dan lain sebagainya.
Yang agak berbeda dari tiap mitos tentang suster ngesot adalah penyebutan ‘suster’ dalam namanya, karena ini bisa mengacu ke sosok suster (secara religius) atau suster (perawat). Dalam beberapa kisah, suster rumah sakit sedikit lebih populer.
Sabtu, 14 April 2012
7Pemain Bola yang Meninggal di Lapangan
7 Pemain Bola Yang Meninggal Di Lapangan
Sepakbola menyimpan begitu banyak mimpi bagi setiap orang. Begitu banyak pesepakbola yang menjadi idola, selebriti, dan juga legenda bagi negaranya masing-masing. Maka tak heran, di negara-negara yang memiliki kultur sepakbola yang kuat seperti Brasil, Argentina, Inggris, dan Italia, sepakbola dijadikan salah satu pilihan hidup. Apalagi bagi anak-anak jalanan berbakat yang mempunyai mimpi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak melalui sepakbola. Bak menjadi seorang ksatria yang gugur di medan pertempuran, ada pula beberapa pemain sepakbola yang menemui ajalny di lapangan hijau. Berikut 7 Pemain Bola Yang Meninggal Di Lapangan, yaitu :
1. Phil O’Donnell
Kapten tim Motherwell (Skotlandia), 35 tahun, meninggal dunia setelah pingsan saat memperkuat timnya menghadap Dundee United dalam laga di kompetisi Liga Primer Skotlandia, Sabtu 29 Desember 2007 malam di Fir Park.
2. Antonio Puerta
Bek Sevilla, 22 tahun, meninggal tiga hari sesudah (sempat) pingsan dalam laga La Liga melawan Getafe, Sabtu, 25 Agustus 2007.
3. Chaswe Nsofwa
27 tahun, mantan striker Zambia, pingsan dan meninggal ketika mengikuti sesi latihan bersama klubnya, Hapoel Beersheba (Israel). Saat itu suhu udara mencapai 40 derajat Celcius.
4. Hugo Cunha
Gelandang Uniao Leiria (Portugal), 28 tahun, Juni 2005.
5. Miklos Feher
24 tahun, pemain asal Hungaria meninggal pada Januari 2004 saat memperkuat klubnya, Benfica bertanding melawan Vitoria Guimaraes.
6. Marc-Vivien Foe
28 tahun, meninggal di lapangan saat laga Kameruin vs Kolumbia, Juni 2003.
7. Eri Irianto
26 tahun, pemain Persebaya Surabaya, meninggal dunia, diduga akibat gagal jantung, pada 3 April 2000 di RSUD dr Soetomo, beberapa jam setelah bertanding melawan PSIM Yogyakarta.
MOD GTA SA
1. Garuda Indonesia

http://media.gtanet.com/gtagarage/files/6971/A380_Garuda_Indonesia.rar
GTA
Grand Theft Auto: San Andreas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Grand Theft Auto: San Andreas
Pengembang Rockstar North
Penerbit Rockstar Games
Distributor Rockstar Games (retail)
Valve Corporation (Ungguh)
Seri Grand Theft Auto
Aplikasi dasar permainan RenderWare
Versi 3.0
Sistem Operasi PlayStation 2, Microsoft Windows, Xbox, Xbox 360, Mac OS X[1]
Tanggal rilis PlayStation 2[2]
AN 26 Oktober, 2004
PAL 29 Oktober, 2004
Microsoft Windows[3]
AN 7 Juni, 2005
UE 10 Juni, 2005
Steam 4 Januari, 2008[4]
Xbox[5]
AN 7 Juni, 2005
PAL 10 Juni, 2005
Xbox 360 (Ungguh)
INT 20 Oktober, 2008
Genre Aksi-petualangan
Mode Single-player, multiplayer (Multi Theft Auto)
Rating BBFC: 18
ESRB:[6]
Awal: M
Ratifikasi ulang: AO
Rilis ulang: M
OFLC:
Awal: MA15+
Updated rating: RC
Re-release: MA15+
OFLC (NZ): R18[7]
PEGI: 18+
Media digital/distribusi DVD, Ungguh
Kebutuhan sistem
PlayStation 2
Kartu Memori
Xbox
Unit Memori dengan 38 blok kosong
Microsoft Windows[8]
1 GHz Intel Pentium III or AMD Athlon CPU
256 MB RAM
8x DVD drive
3.6 GB hard disk space
64 MB DirectX 9.0-compatible graphics card
DirectX 9.0-compatible sound card
Windows 2000/XP.
Grand Theft Auto: San Andreas (sering disingkat sebagai GTA: SA) adalah permainan komputer dan video action-adventure sandbox-style yang dikembangkan oleh Rockstar North. Permainan ini adalah permainan 3D ke-3 dalam seri Grand Theft Auto, yang ke-5 pada rilis konsol dan permainan ke-8 secara keseluruhan. Pada awalnya dirilis untuk PlayStation 2 pada bulan Oktober 2004,[2] permainan ini kemudia di’’port’’ ke Xbox dan Microsoft Windows, dan menerima penerimaan dan penjualan yang tinggi pada tiga platform tersebut, dan mendapat rekor penjualan permainan tertinggi di PlayStation 2. Grand Theft Auto: San Andreas diteruskan oleh Grand Theft Auto: Liberty City Storiesdan didahului oleh Grand Theft Auto: Vice City.
Permainan ini berlatar belakang pada Negara bagian fiktif yaitu San Andreas, yang mempunyai tiga kota metropolitan. Berlatar akhir tahun 1992,[9] San Andreas berkisar pada anggota gang bernama Carl "CJ" Johnson yang kembali pulang dari Liberty City ke Los Santos setelah mengetahui kematian Ibunya. CJ menemukan bahwa teman lama dan keluarganya sedang berantakan. Melalui jalan cerita permainan, CJ perlahan membongkar plot dibalik pembunuhan Ibunya selagi mengembangkan usaha bisnisnya. Seperti permainan dalam seri lain, San Andreas terdiri dari elemen permainan mengemudi dan third-person shooters, dan fitur gameplay “dunia-terbuka” yang memberikan pemain untuk lebih beas bermain. Permainan ini menambah beberapa fitur, seperti modifikasi mobil, dan personalisasi karakter, seperti gaya rambut, tattoo, dll.
Hampir sama seperti seri Grand Theft Auto lain, keberhasilan penjualan San Andreas's juga memiliki beberapa kontroversi. Kontroversi yang paling diingat adalah permainan mini seks "Hot Coffee" yang ditemukan dalam permainan Microsoft Windows, yang awalnya di’’disable’’ tetapi kode binernya tidak dihilangkan. Penemuan ini menyebabkan San Andreas diratifikasi ulang di Amerika Serikat dengan segera menjadi rating permainan dewasa dan menyebabkan permainan ini ditarik dari rak retailer. Setelah kode biner permainan Hot Coffe dihilangkan, permainan ini diratifikasi ulang lagi menjadi M (Mature) kembali.
sepatu termahal
Sepatu Bola Termahal di Dunia, Mencapai 2,1 Miliar
Kapten timnas Inggris dan Chelsea, John Terry menyumbang sepatu bola merek umbro termahalnya dalam acara lelang amal yang diselenggarakan Live The Dream Foundation milik Rio Ferdinand, 16 Desember 2009.
John Terry boots Diperkirakan sepatu tersebut bernilai £135,000 atau setara dengan Rp. 2.160.000.000,- (kurs Rp. 16.000,-).
Yang membuat sepatu tersebut bernilai tinggi adalah sepatu tersebut bertahtakan 84 berlian hitam dan dilapis dengan emas putih pada setiap lambang Umbro.
Dan di kedua ujung sepatu terdapat angka 6 yang berlapiskan emas, dan ditaburi berlian 27 karat serta safir 11 karat.
Sepatu tersebut dipakai oleh pemain berusia 29 tahun ini pada pertandingan melawan Belarusia pada tanggal 14 Oktober 2009
10 Pemain Temahal
Olahraga
10 Pemain Sepak Bola Termahal di Dunia
Para pemain sepak bola di klub-klub terkenal tingkat dunia mempunyai "harga" yang sungguh sangat mencengangkan . Tidak mengherankan bila para pemain sepak bola tersebut bisa menjalani hidup dengan mewah dan bergelimpangan harga. Kualitas mereka dalam bermain sepakbola menentukan nilai jual mereka sendiri. Bahlan nilai transfer antar klub tidak bisa dibilang murah.
berikut ini adalah 10 pemain sepak bola termahal di dunia:
1. Zlatan Ibrahimovic
Transfer:
Malmo FF untuk Ajax Amsterdam, 7.800.000 €
Ajax Amsterdam ke Juventus Turin, 25.000.000 €
Juventus Turin ke Inter Milan, 24.800.000 €
Inter Milan ke FC Barcelona, 69.500.000 € (49.500.000 € ditambah Samuel Eto'o)
FC Barcelona ke AC Milan, 24.000.000 € (Milan berkewajiban untuk membeli dia di awal musim berikutnya)
Biaya total transfer: 150.600.000 €
2. Nicolas Anelka
Transfer:
€ Arsenal FC ke Real Madrid, 35.000.000 €
Real Madrid FC Paris Saint-Germain, 34.500.000 €
FC Paris Saint-Germain ke FC Liverpool, 1.400.000 € (pinjaman)
FC Paris Saint-Germain ke Manchester City, 19.800.000 €
Manchester City ke Fenerbahce Istanbul, 5.500.000 €
Fenerbahce Istanbul untuk Bolton Wanderers, 12.000.000 €
Bolton Wanderers dengan FC Chelsea, 19.900.000 €
Biaya total transfer: 128.600.000 €
3. Hernan Crespo
Transfer:
River Plate dengan FC Parma, 4.000.000 €
FC Parma ke Lazio Roma, 55.000.000 €
Lazio Roma ke Inter Milan, 36.000.000 €
Inter Milan ke Chelsea FC, 26.000.000 €
Biaya total transfer: 121.000.000 €
4. Juan Sebastian Veron
vTransfer:
Estudiantes ke Boca Juniors, 2.200.000 €
Boca Juniors ke Sampdoria Genoa,???
Sampdoria Genoa Lazio Roma, 30.000.000 €
Lazio Roma ke Manchester United, 42.600.000 €
Manchester United ke Chelsea FC, 22.500.000 €
Chelsea ke Inter Milan,???
Inter Milan ke Estudiantes, 2.200.000 €
Biaya total transfer: 117.000.000 €
5. Cristiano Ronaldo
Transfer:
Sporting Lisbon ke Manchester United, 17.500.000 €
Manchester United ke Real Madrid, 94.000.000 €
Biaya total transfer: 111.500.000 €
6. Ronaldo
Transfer:
Cruzeiro untuk PSV Eindhoven, 5.475.000 €
PSV Eindhoven ke FC Barcelona, ​​15.000.000 €
FC Barcelona ke Inter Milan, 28.000.000 €
Inter Milan ke Real Madrid, 45.000.000 €
Real Madrid ke AC Milan, 7.500.000 €
Biaya total transfer: 100.975.000 €
7. Robbie Keane
Transfer:
Wolverhampton Wanderes ke Coventry City, 9.000.000 €
Coventry City ke Inter Milan, 19.500.000 €
Inter Milan ke Leeds United, 18.000.000 €
Leeds United ke Tottenham Hotspur, 10.500.000 €
Tottenham Hotspur ke FC Liverpool, 24.000.000 €
Liverpool ke Tottenham Hotspur, 16.700.000 €
Biaya total transfer: 97.700.000 €
8. Christian Vieri
Transfer:
Atalanta Bergamo ke Juventus Turin, 2.500.000 €
Juventus Turin ke Atletico Madrid, 15.000.000 €
Atletico Madrid Lazio Roma, 25.000.000 €
Lazio Roma ke Inter Milan, 45.000.000 €
Biaya total transfer: 87.500.000 €
9. Robinho
Transfer:
Santos FC ke Real Madrid, 24.000.000 €
Real Madrid ke Manchester City, 43.000.000 €
Manchester City ke AC Milan, 18.000.000 €
Biaya total transfer: 85.000.000
10. Zinedine Zidane
Transfer:
AS Cannes ke FC Girondins Bordeaux, 7.000.000 €
FC Girondins Bordeaux ke Juventus Turin, 3.500.000 €
Juventus Turin ke Real Madrid, 73.500.000 €
Biaya total transfer: 84.000.000 €
Definis Jermal
Definisi Alat Tangkap
Jermal adalah perangkap pasang surut (tidal trap) yang merupakan ciri khas alat penangkapan yang terdapat di perairan Sumatera bagian Utara. Pada prinsipnya, jermal ini terdiri dari jajaran tiang-tiang pancang yang merupakan sayap, jaring jermal dan rumah jermal. Jajaran tiang pancang terbuat dari pohon nibung (Oncosperma spp), kayu pohon bakau (Rizhopora spp), kayu tengar (Ceriop spp) berukuran panjang antara 12–15cm, garis tengah 10-20cm. Jaring jermal terdiri dari tiga bagian : mulut, badan, dan kantong. Jaring jermal ini bentuknya bisa menyerupai tikar (jermal biasa), berbentuk kantong (bubu jermal atau jaring kantong jermal), berbentuk gabungan antara tikar dan kantong (kilung bagan, ambai jermal), rumah jermal, merupakan plataran (platform) tempat kegiatan perikanan jermal dilakukan. Jarak pemasangan jermal biasanya sekitar antara 3-6mil dari pantai. Untuk pengoperasional jermal tidak diperlukan perahu atau kapal. Perahu atau kapal hanya digunakan sebagai alat transportasi, untuk mengambil hasil tangkapan.
A.2. Sejarah Alat Tangkap
Alat penagkapan ikan ini muncul di masyarakat primitif dengan bentuk tambak, panah, lembing, harpon, dan pancing yang terbuat dari batu, kulit kerang, talang, dan gigi binatang. Untuk menangkap ikan secara pasif di perairan dangkal, penghadang terbuat dari tanah atau batu, ranting serta kerei rotan dan terowongan dibangun. Kemudian ikan ditangkap di dalam batang kayu yang berlubang, perangkap dari tanah liat dan keranjang. Penangkapan yang lebih aktif dilakukan dengan lembing, sumpitan, penjepit, dan alat penggaruk bersamaan dengan pancing.
Munculnya jaring yang terbuat dari serat merupakan langkah penting dari perkembangan alat tangkap tradisional. Alat tangkap perangkap khususnya jermal ini merupakan perkembangan dari alat tangkap yang digunakan masyarakat primitif tersebut. Jermal ini memiliki jaring yang bahannya terbuat dari anyaman rotan sebelum ditemukannya pembuatan bahan dasar jaring sintetis serat alami. Alat tangkap jermal ini banyak digunakan pada jaman sebelum perang dunia kedua, yang sampai sekarang masih digunakan oleh nelayan tradisional.
A.3. Prospektif Alat Tangkap
Alat tangkap jermal tersebut masih merupakan alat tangkap tradisional yang kurang memiliki prospek ke depan yang baik. Mengingat sifat dari alat tangkap jermal pasif dan skala penangkapannya kecil. Dari sifat jermal yang pasif, jermal tergantung sekali pada masa-masa tertentu, yaitu pada saat ikan beruaya saat spawning (memijah) yang memanfaatkan saat pasang air laut. Sehingga jika ikan belum pada saat memijah dan beruaya maka jermal tidak menghasilkan tangkapan atau hasil tangkapan hanya sedikit sekali.
Selain itu juga masih banyak ditemukannya alat tangkap modern yang lebih efektif dan memilki skala penangkapan yang besar dibanding alat tangkap jermal. Sehingga jermal hanya digunakan di wilayah tertentu oleh nelayan-nelayan yang masih bersifat sangat tradisional.
B. KONSTRUKSI ALAT
B.1. Kontruksi Umum
Kontruksi dari jermal ini secara umum terdiri dan dilengkapi dengan jajaran tiang pancang yang biasanya disebut sayap atau kaki tanpa sayap yang pada daerah tertentu disebut toga, sici, pengerih, gombong dan sebagainya. Bagian lainnya adalah jaring jermal yang ditempat di bawah rumah jermal atau plataran atau platform yang merupakan tempat kegiatan perikanan jermal dilakukan dan tempat tinggal pekerja-pekerja jermal yang umumnya terdiri dari 6-8 orang.
B.2. Detail Kontruksi
B.3. Karakteristik
Alat tangkap perangkap jermal adalah alat tangkap yang dioperasikan di tempat-tempat tertentu dengan pantai dengan topografi perairan umumnya terdiri dari lumpur, lumpur pasir tidak keras, sehingga memberi kemudahan dalam penanaman tiang pancang yang merupakan unsur utama dalam sistem perikanan perangkap. Alat perangkap ini bersifat pasif yang terdiri dari 3 macam yaitu permanen, semi permanen, dan selain itu bersifat temporer.
B.4. Gambar Teknis
B.5. Bahan dan Spesifikasinya
Bahan yang digunakan dalam pembuatan jaring jermal adalah adalah nylon yang sebenarnya adalah hanya merupakan salah satu dari jenis-jemis serat synthetis dalam golongan polyamide. Dalam rangkaian proses pembuatan serat-serat ini termasuk juga rangkaian proses penggandaan (polimerisasi) molekul-molekul dari bahan-bahan persediaan alam seperti bahan bara, minyak bumi, dan sebagainya.
Dalam pembuatan jaring jermal tersebut, dalam beberapa hal lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan serat-serat alam ataupun serat-serat kimia dari Natural Polymer, terutama daya tahan terhadap pembusukan atau pelapukan, kekenyalan, daya lentur dan sebagainya.
C. HASIL TANGKAPAN
Hasil tangkapan dari pengoperasian alat tangkap jermal tersebut, terutama jenis-jenis sumberdaya perikanan pantai. Di antaranya yaitu biang-biang (Setipinna spp), bulu ayam (Engraulis spp), kasihmadu (Kurtus indicus), nomei (Harpodon spp), gulamah (Scinea spp), puput, matabello (Pellona spp), bawal putih (Pampus argentus), tenggiri (Sconberomorus spp), mayung (Arius spp), jenis-jenis udang, golok-golok (Chirosenrus spp), kakap (Lates calcarifer), senangin (Polynemus spp) selanget (Dorosoma spp), beloso (Sourida spp), pari (Rays), dan lain-lain.
D. DAERAH PENANGKAPAN
Yang menjadi fishing ground ialah daerah-daerah pantai dan daerah teluk, daerah di mana ikan-ikan bermigrasi ke daerah tersebut. Sungguhpun sangat dikehendaki bahwa arah renang ruaya ikan yang menjadi tujuan penangkapan sejajar dengan garis pantai, tetapi bila tempat yang dilalui ini berada jauh dari pantai, maka dalam usaha pemasangan dan operasi harian rutin akan mengalami banyak kesukaran dalam pelaksanaannya.
Depth dari fishsing ground harus diperhitungkan dengan menggunakan bambu atau kayu. Sebagai pancang jaring akan lebih stabil berada di tempat juga bentuk jaring dalam air akan lebih dapat dikontrol karena jika kedalaman terlalu dalam maka penggunaan bambu atau kayu sebagai pancang akan mengalami kesukaran dan kita haruslah menggunakan jangkar.
Arus pada daerah fishing ground haruslah sekecil mungkin ataupun tidak ada sama sekali. Akibat dari arus, jaring akan mengalami perubahan bentuk, menghalang-halangi ikan yang akan memasuki jaring, juga kita akan mengalami kesukaran pada waktu pengangkatan jaring (operasi). Pada tempat yang berarus kuat, jaring akan lekas rusak.
Fishing ground haruslah terlindungi dari angin yang kuat, karena akibat hembusan angin akan menimbulkan gelombang. Hal ini akan mempersukar kerja operasi.
Daerah distribusi jermal terutama terdapat di Panipahan, Bagan Siapi-api, Pulau Merbau, Imigrasi Hilir di Riau, Tanjung Tiram, Sumatera Utara, Tanjung Ledong, Sei Brombang, Labuhan Bilib, Bagan Asahan, Pangkalan Dedek, Pangkalan Brandan, Bandar Kalifah, Tanjung Biringin, Sialang Buah dan Belawan.
E. ALAT BANTU PENANGKAPAN
Dalam pengopaerasian jermal pengambilan hasil dilakukan terlebih dahulu. Bagian bawah mulut (bibir) ke atas kemudian diikuti bagian-bagian tengah, sehingga ikan hasil tangkapan yang terdapat dalam jaring perlu diciduk dengan tangkul atau scoop net yang bertangkai panjang. Selain itu juga diperlukan kayu atau bambu sebagai pagar dan anjang-anjang sebagai jalan masuknya gerombolan ikan yang beruaya ke pantai dan sebagai penghadang yang berfungsi mengajak ikan ke arah jaring.
F. TEKNIK OPERASI
Prinsip dasar dari jermal seperti yang telah diuaraikan di depan adalah mengusahakan ikan untuk memasuki jaring tersebut, setelah dihadang seraya diajak memasuki bubu jermal, lalu setiap hari pada waktu-waktu tertentu jaring itu diangkat ataupun setelah dilihat dan diperhitungkan bahwa ikan-ikan telah memasuki jaring, lalu jaring diangkat. Tata cara penangkapan ikan seperti tersebut di atas adalah merupakan prinsip dari set net yaitu semua alat tangkap berupa perangkap (sero, jermal, ambai jermal).
Alat tangkap perangkap jermal terhadap ikan yang menjadi tujuan penangkapan sifatnya pasif. Struktur dari jaring besar jika dipasang untuk sesuatu musim, maka sukar untuk memindah-mindahkannya, maka faktor penentu tempat sangatlah penting.
Cara pengoperasian penangkapan ikan yang dilakukan dengan jermal adalah dengan menekan galah yang terdapat pada kanan atau kiri mulut jaring ke bawah sampai di dasar sehingga mulut kantong jaring terbuka secara sempurna. Kemudian tunggu antara 20-30 menit sementara menunggu diangkat. Pengambilan hasil tangkapan dilakukan dengan menutup mulut jaring dengan cara mengangkat bibir bawah ke atas sehingga menyatu dengan bibir atas, kemudian diikuti mengangkat bagian-bagian tengah kantong melalui katrol-katrol. Pengambilan hasil dilakukan dengan membuka ikatan tali pada ujung belakang kantong.
G. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI PENANGKAPAN
Penentuan Tempat
Seperti yang sudah dijelaskan di atas behwa yang menjadi tempat penangkapan atau fishing ground ialah daerah-daerah Teluk, daerah di mana ikan-ikan dalam costal migrationnya melalui daerah tersebut. Karena jaring jermal ini terpasang lama (semusim, beberapa bulan) di suatu fishing ground , maka perlulah dicari tempat yang sesuai untuk hal-hal pemasangan dan pengangkatan jaring, management dan lain-lain. Tempat-tempat seperti yang jauh dari pangkalan, sukar ditempuh, di daerah tebing yang terjal, tentulah dalam hal pemasangan jaring jermal juga dalam hal-hal lain akan mengalami banyak kesukaran. Oleh karena itu penentuan tempat merupakan salah satu faktor terpenting dalam mencapai keberhasilan penangkapan dengan menggunakan jaring tersebut.
Kondisi Perairan di mana jaring tersebut di pasang.
Kondisi perairan yang menguntungkan adalah adanya perbedaan pasang dan surut yang tingginya mencapai 4-6 meter. Serta topografi dasar perairan harus terdiri dari lumpur, lumpur pasir, tidak keras sehingga memudahkan pemasangan jaring tersebut. Selain itu juga ikan-ikan atau udang yang tertangkap dengan perangkap pasang surut (Tidal trap) itu disebabkan terbawa kuatnya arus pasang surut kemudian masuk ke dalam kantong jaring yang telah dipasang (diset) lebih dahulu.
Jermal adalah perangkap pasang surut (tidal trap) yang merupakan ciri khas alat penangkapan yang terdapat di perairan Sumatera bagian Utara. Pada prinsipnya, jermal ini terdiri dari jajaran tiang-tiang pancang yang merupakan sayap, jaring jermal dan rumah jermal. Jajaran tiang pancang terbuat dari pohon nibung (Oncosperma spp), kayu pohon bakau (Rizhopora spp), kayu tengar (Ceriop spp) berukuran panjang antara 12–15cm, garis tengah 10-20cm. Jaring jermal terdiri dari tiga bagian : mulut, badan, dan kantong. Jaring jermal ini bentuknya bisa menyerupai tikar (jermal biasa), berbentuk kantong (bubu jermal atau jaring kantong jermal), berbentuk gabungan antara tikar dan kantong (kilung bagan, ambai jermal), rumah jermal, merupakan plataran (platform) tempat kegiatan perikanan jermal dilakukan. Jarak pemasangan jermal biasanya sekitar antara 3-6mil dari pantai. Untuk pengoperasional jermal tidak diperlukan perahu atau kapal. Perahu atau kapal hanya digunakan sebagai alat transportasi, untuk mengambil hasil tangkapan.
A.2. Sejarah Alat Tangkap
Alat penagkapan ikan ini muncul di masyarakat primitif dengan bentuk tambak, panah, lembing, harpon, dan pancing yang terbuat dari batu, kulit kerang, talang, dan gigi binatang. Untuk menangkap ikan secara pasif di perairan dangkal, penghadang terbuat dari tanah atau batu, ranting serta kerei rotan dan terowongan dibangun. Kemudian ikan ditangkap di dalam batang kayu yang berlubang, perangkap dari tanah liat dan keranjang. Penangkapan yang lebih aktif dilakukan dengan lembing, sumpitan, penjepit, dan alat penggaruk bersamaan dengan pancing.
Munculnya jaring yang terbuat dari serat merupakan langkah penting dari perkembangan alat tangkap tradisional. Alat tangkap perangkap khususnya jermal ini merupakan perkembangan dari alat tangkap yang digunakan masyarakat primitif tersebut. Jermal ini memiliki jaring yang bahannya terbuat dari anyaman rotan sebelum ditemukannya pembuatan bahan dasar jaring sintetis serat alami. Alat tangkap jermal ini banyak digunakan pada jaman sebelum perang dunia kedua, yang sampai sekarang masih digunakan oleh nelayan tradisional.
A.3. Prospektif Alat Tangkap
Alat tangkap jermal tersebut masih merupakan alat tangkap tradisional yang kurang memiliki prospek ke depan yang baik. Mengingat sifat dari alat tangkap jermal pasif dan skala penangkapannya kecil. Dari sifat jermal yang pasif, jermal tergantung sekali pada masa-masa tertentu, yaitu pada saat ikan beruaya saat spawning (memijah) yang memanfaatkan saat pasang air laut. Sehingga jika ikan belum pada saat memijah dan beruaya maka jermal tidak menghasilkan tangkapan atau hasil tangkapan hanya sedikit sekali.
Selain itu juga masih banyak ditemukannya alat tangkap modern yang lebih efektif dan memilki skala penangkapan yang besar dibanding alat tangkap jermal. Sehingga jermal hanya digunakan di wilayah tertentu oleh nelayan-nelayan yang masih bersifat sangat tradisional.
B. KONSTRUKSI ALAT
B.1. Kontruksi Umum
Kontruksi dari jermal ini secara umum terdiri dan dilengkapi dengan jajaran tiang pancang yang biasanya disebut sayap atau kaki tanpa sayap yang pada daerah tertentu disebut toga, sici, pengerih, gombong dan sebagainya. Bagian lainnya adalah jaring jermal yang ditempat di bawah rumah jermal atau plataran atau platform yang merupakan tempat kegiatan perikanan jermal dilakukan dan tempat tinggal pekerja-pekerja jermal yang umumnya terdiri dari 6-8 orang.
B.2. Detail Kontruksi
B.3. Karakteristik
Alat tangkap perangkap jermal adalah alat tangkap yang dioperasikan di tempat-tempat tertentu dengan pantai dengan topografi perairan umumnya terdiri dari lumpur, lumpur pasir tidak keras, sehingga memberi kemudahan dalam penanaman tiang pancang yang merupakan unsur utama dalam sistem perikanan perangkap. Alat perangkap ini bersifat pasif yang terdiri dari 3 macam yaitu permanen, semi permanen, dan selain itu bersifat temporer.
B.4. Gambar Teknis
B.5. Bahan dan Spesifikasinya
Bahan yang digunakan dalam pembuatan jaring jermal adalah adalah nylon yang sebenarnya adalah hanya merupakan salah satu dari jenis-jemis serat synthetis dalam golongan polyamide. Dalam rangkaian proses pembuatan serat-serat ini termasuk juga rangkaian proses penggandaan (polimerisasi) molekul-molekul dari bahan-bahan persediaan alam seperti bahan bara, minyak bumi, dan sebagainya.
Dalam pembuatan jaring jermal tersebut, dalam beberapa hal lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan serat-serat alam ataupun serat-serat kimia dari Natural Polymer, terutama daya tahan terhadap pembusukan atau pelapukan, kekenyalan, daya lentur dan sebagainya.
C. HASIL TANGKAPAN
Hasil tangkapan dari pengoperasian alat tangkap jermal tersebut, terutama jenis-jenis sumberdaya perikanan pantai. Di antaranya yaitu biang-biang (Setipinna spp), bulu ayam (Engraulis spp), kasihmadu (Kurtus indicus), nomei (Harpodon spp), gulamah (Scinea spp), puput, matabello (Pellona spp), bawal putih (Pampus argentus), tenggiri (Sconberomorus spp), mayung (Arius spp), jenis-jenis udang, golok-golok (Chirosenrus spp), kakap (Lates calcarifer), senangin (Polynemus spp) selanget (Dorosoma spp), beloso (Sourida spp), pari (Rays), dan lain-lain.
D. DAERAH PENANGKAPAN
Yang menjadi fishing ground ialah daerah-daerah pantai dan daerah teluk, daerah di mana ikan-ikan bermigrasi ke daerah tersebut. Sungguhpun sangat dikehendaki bahwa arah renang ruaya ikan yang menjadi tujuan penangkapan sejajar dengan garis pantai, tetapi bila tempat yang dilalui ini berada jauh dari pantai, maka dalam usaha pemasangan dan operasi harian rutin akan mengalami banyak kesukaran dalam pelaksanaannya.
Depth dari fishsing ground harus diperhitungkan dengan menggunakan bambu atau kayu. Sebagai pancang jaring akan lebih stabil berada di tempat juga bentuk jaring dalam air akan lebih dapat dikontrol karena jika kedalaman terlalu dalam maka penggunaan bambu atau kayu sebagai pancang akan mengalami kesukaran dan kita haruslah menggunakan jangkar.
Arus pada daerah fishing ground haruslah sekecil mungkin ataupun tidak ada sama sekali. Akibat dari arus, jaring akan mengalami perubahan bentuk, menghalang-halangi ikan yang akan memasuki jaring, juga kita akan mengalami kesukaran pada waktu pengangkatan jaring (operasi). Pada tempat yang berarus kuat, jaring akan lekas rusak.
Fishing ground haruslah terlindungi dari angin yang kuat, karena akibat hembusan angin akan menimbulkan gelombang. Hal ini akan mempersukar kerja operasi.
Daerah distribusi jermal terutama terdapat di Panipahan, Bagan Siapi-api, Pulau Merbau, Imigrasi Hilir di Riau, Tanjung Tiram, Sumatera Utara, Tanjung Ledong, Sei Brombang, Labuhan Bilib, Bagan Asahan, Pangkalan Dedek, Pangkalan Brandan, Bandar Kalifah, Tanjung Biringin, Sialang Buah dan Belawan.
E. ALAT BANTU PENANGKAPAN
Dalam pengopaerasian jermal pengambilan hasil dilakukan terlebih dahulu. Bagian bawah mulut (bibir) ke atas kemudian diikuti bagian-bagian tengah, sehingga ikan hasil tangkapan yang terdapat dalam jaring perlu diciduk dengan tangkul atau scoop net yang bertangkai panjang. Selain itu juga diperlukan kayu atau bambu sebagai pagar dan anjang-anjang sebagai jalan masuknya gerombolan ikan yang beruaya ke pantai dan sebagai penghadang yang berfungsi mengajak ikan ke arah jaring.
F. TEKNIK OPERASI
Prinsip dasar dari jermal seperti yang telah diuaraikan di depan adalah mengusahakan ikan untuk memasuki jaring tersebut, setelah dihadang seraya diajak memasuki bubu jermal, lalu setiap hari pada waktu-waktu tertentu jaring itu diangkat ataupun setelah dilihat dan diperhitungkan bahwa ikan-ikan telah memasuki jaring, lalu jaring diangkat. Tata cara penangkapan ikan seperti tersebut di atas adalah merupakan prinsip dari set net yaitu semua alat tangkap berupa perangkap (sero, jermal, ambai jermal).
Alat tangkap perangkap jermal terhadap ikan yang menjadi tujuan penangkapan sifatnya pasif. Struktur dari jaring besar jika dipasang untuk sesuatu musim, maka sukar untuk memindah-mindahkannya, maka faktor penentu tempat sangatlah penting.
Cara pengoperasian penangkapan ikan yang dilakukan dengan jermal adalah dengan menekan galah yang terdapat pada kanan atau kiri mulut jaring ke bawah sampai di dasar sehingga mulut kantong jaring terbuka secara sempurna. Kemudian tunggu antara 20-30 menit sementara menunggu diangkat. Pengambilan hasil tangkapan dilakukan dengan menutup mulut jaring dengan cara mengangkat bibir bawah ke atas sehingga menyatu dengan bibir atas, kemudian diikuti mengangkat bagian-bagian tengah kantong melalui katrol-katrol. Pengambilan hasil dilakukan dengan membuka ikatan tali pada ujung belakang kantong.
G. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI PENANGKAPAN
Penentuan Tempat
Seperti yang sudah dijelaskan di atas behwa yang menjadi tempat penangkapan atau fishing ground ialah daerah-daerah Teluk, daerah di mana ikan-ikan dalam costal migrationnya melalui daerah tersebut. Karena jaring jermal ini terpasang lama (semusim, beberapa bulan) di suatu fishing ground , maka perlulah dicari tempat yang sesuai untuk hal-hal pemasangan dan pengangkatan jaring, management dan lain-lain. Tempat-tempat seperti yang jauh dari pangkalan, sukar ditempuh, di daerah tebing yang terjal, tentulah dalam hal pemasangan jaring jermal juga dalam hal-hal lain akan mengalami banyak kesukaran. Oleh karena itu penentuan tempat merupakan salah satu faktor terpenting dalam mencapai keberhasilan penangkapan dengan menggunakan jaring tersebut.
Kondisi Perairan di mana jaring tersebut di pasang.
Kondisi perairan yang menguntungkan adalah adanya perbedaan pasang dan surut yang tingginya mencapai 4-6 meter. Serta topografi dasar perairan harus terdiri dari lumpur, lumpur pasir, tidak keras sehingga memudahkan pemasangan jaring tersebut. Selain itu juga ikan-ikan atau udang yang tertangkap dengan perangkap pasang surut (Tidal trap) itu disebabkan terbawa kuatnya arus pasang surut kemudian masuk ke dalam kantong jaring yang telah dipasang (diset) lebih dahulu.
Langganan:
Komentar (Atom)
